Travel

Berburu Sunrise di ‘Tanah Tinggi’ Wonosobo Saat Pandemi

Keraguan terus menyelimuti pikiran saya saat akan memutuskan mendaki gunung pada awal Agustus 2020. Wajar keraguan itu datang, karena negeri yang kita cintai ini sedang dilanda pandemi Covid 19. Namun, berbekal kenyakinan dan selalu berdoa, akhirnya saya bersama dua kawan memutuskan tetap berangkat mendaki gunung untuk melepas rindu bermalam di alam. Kami putuskan untuk mendaki Gunung Sindoro dengan ketinggian 3.153 MPDL yang terletak di antara Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Perjalanan kami mulai pada sore hari pada 3 Agustus 2020, menumpang bus dari terminal Jatijajar, Depok, dengan harga pertiket Rp 140 ribu. Pada 4 Agustus 2020, dini hari bus yang kami tumpangi sampai di terminal Mendolo, Wonosobo. Istirahat sebentar di terminal, kami langsung naik bus kota berangkat ke basecamp Kledung, tempat registrasi Gunung Sindoro. Untuk memulai pendakian, kami harus melakukan registrasi dengan biaya Rp 25 ribu per orang.

Sebelum registrasi, kami juga harus melakukan pengecekan barang barang yang akan dibawa untuk mendaki. Ditambah dengan menunjukkan surat keterangan sehat, cek suhu, dan pemeriksaan protokol kesehatan lainnya. Dari basecamp, kami memutuskan untuk menggunakan jasa ojek hingga ke lokasi di antara pos satu dan dua. Biaya ojek sekali jalan sebesar Rp 25 ribu dengan waktu tempuh sekitar 20 menit, kalau jalan kaki bisa memakan waktu 1 jam. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke pos dua dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Di sini, terdapat warung yang menjual aneka minuman, semangka, mie instan hingga gorengan.

Selanjutnya, dari pos 2 menuju pos 3 merupakan jalur yang terjal dan pertengahan jalur, kami harus melewati pinggiran jurang yang terbuka. Dari pos 2 menuju pos 3 waktu yang dibutuhkan sekitar 2 jam. Jalur yang dilalui lebih terjal dari jalur sebelumnya dan pos 3 biasanya digunakan para pendaki untuk mendirikan tenda. Selain pos 3, sunrise camp juga menjadi favorit para pendaki untuk mendirikan tenda. Di lokasi ini, kami bisa menyaksikan keindahan matahari terbit dengan latar Gunung Sumbing.

Waktu tempuh pendakian sekitar 30 menit dari pos 3 ke sunrise camp. Namun, jalur menuju sunrise camp sangat terjal dan ada bantuan tali agar pendaki bisa berpegangan. Di sunrise camp, kami sampai pada pukul 13.00 WIB, dan langsung mendirikan tenda. Perjalanan ke Puncak Sindoro akan kami lanjutkan pada pukul 03.00 WIB. Matahari belum terlihat, kami melanjutkan perjalanan ke puncak gunung untuk melihat sunrise.

Perjalanan puncak, kami melewati pos 4 yang lebih menantang dari pada pos pos sebelumnya. Selain jalur yang sangat menanjak dan penuh bebatuan, jalurnya juga penuh bebatuan. Perjalanan dari sunrise camp menuju pos 4 (batu tatah) membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Di area pos ini, bisa menyaksikan keindahan Gunung Sumbing, serta deretan Gunung Merbabu, dan Merapi, di bawah sinar rembulan. Dari pos 4 menuju puncak, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam dan akhirnya kami sampai puncak untuk menyaksikan perlahan matahari mulai terbit.

Mendaki Gunung Sindoro lewat jalur Kledung ini memang sangat melelahkan dan membutuhkan waktu lama sekitar 7 8 jam sampai ke puncak. Merasa fisik kami bertiga cukup kuat dan bekal yang kami bawa masih cukup. Hari itu juga, kami langsung turunGunung Sindoro, dan langsung menuju Gunung Prau, di daerah ketinggian pegunungan Dieng, Wonosobo. Untuk mendaki Gunung Prau, kami memilih jalur Petak Banteng dan memulai pendakian sekitar pukul 17.00 WIB.

Dibutuhkan waktu sekitar 1 jam 45 menit untuk mencapai Gunung Prau dan akhirnya bermalam untuk kembali berburu sunrise.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *